Sambut Mahasiswa Muslim FEB UNAIR 2018

  • By Mosaic FEB Unair
  • In MOSAIC News
  • Posted 05 September 2018

Prestasiku, Berawal dari Manajemen Diri dan Kepemimpinan dalam Islam 

“Orang yang cendekia adalah yang mengoreksi dirinya dan mempersiapkan amal untuk bekal sesudah mati, dan orang bodoh (lemah) adalah yang menuruti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah”(HR. Tirmidzi)

Menuntut ilmu suatu kewajiban bagi seorang muslim, hal itu pula yang menggiring pemuda untuk melanjutkan pendidikan di tingkat universitas. Mahasiswa baru merupakan orang-orang yang pertama kali menjajaki dunia kampus. Tingkat idealisme yang masih tinggi mendorong mereka untuk menjadi orang yang ingin mencapai segala sesuatu dan menganggap semua hal baru menjadi hal yang begitu menakjubkan.

Sambut mahasiswa baru muslim FEB (SAMBA MUFE) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh MOSAIC (Moslem Students Association of Economic and Business Faculty) Divisi PSDM (Pengembangan Sumber Daya Muslim) untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan dunia kampus tanpa meninggalkan hakikat mereka sebagai seorang muslim. Samba Mufe ini dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Agustus 2018 di Aula Soepoyo Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Untuk memotivasi mahasiswa baru MOSAIC FEB mengundang Presiden BEM Unair 2013 yang merupakan advokat muda sekaligus penulis buku “Konstituante Piagam Madinah” dan “Prophetic Public Speaking” yaitu Himas El Hakim.

Pada kegiatan ini tema yang diangkat untuk memotivasi mahasiswa baru dalam menghadapi dunia perkuliahan adalah “Strategi Menjadi Mahasiswa Berprestasi Melalui Manajemen Diri dan Kepemimpinan dalam Islam”. Diharapkan dengan tema tersebut mahasiswa baru tetap dapat meraih prestasi seperti yang dicita-citakan melalui manajemen diri sendiri yang berlandaskan islam. Karena sebagai seorang muslim hendaknya kita melakukan segala kegiatan tetap berlandaskan islam.

Antusiasme mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan sambut mahasiswa baru muslim FEB ini terlihat ketika mereka bertanya sekaligus mengikuti instruksi dari pembicara. Selain itu adanya ice breaking dalam bentuk games yaitu games Kahoot terlihat bahwa mereka menyimak semua materi yang telah disampaikan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta, panitia memberikan reward berupa buku kepada tiga mahasiswa baru yang berhasil mendapatkan poin tertinggi.

Pada arus dunia yang begitu hebat, keimanan  menjadi hal utama untuk pegangan agar tidak terombang-ambing hanya untuk menikmati dunia semata. Science without religion is lame. Religion without science is blind -Albert Einstein

Penulis : Wahyu Setyorini

Hits 130